Alert

pengen dan berusaha menjadi sang pemimpi(n)

Satu Tahun : Luar Biasa!

2010 February 3
by Muhamad Irfan

Buat saya ga ada abisnya buat nyoba yg namanya ngeblog. Delete terus bikin lagi. Udah bikin, terus di delete lagi. Sampe terus..sampe bikin saya nyaman ma blog. Nie lho blog saya!hhee…

Ok…nie ga tau ke berapa kalinya bikin blog. Pengen banget terus ngeblog, coba coret-coret apa aja yang mau saya coretin di blog. Mencoba untuk lebih baik lewat blog, mencoba menjadi “manusia pembelajar” lewat blog, mencoba menjadi diri sendiri lewat blog, dan mencoba apa adanya lewat blog.

Terakhir, saya pengen blog nie terus eksis. Walopun pake domain yang gratis, ga masalah buat saya. Yang penting nulis!

Saatnya untuk Mulai Lagi…..

read more…

Akhir Januari

2010 January 29
by Muhamad Irfan

Orang-orang berjalan berpapasan satu dengan yang lain. Melihat samping kanan dan kirinya, atau gak melihat sekalipun. Mereka punya kepentingan masing-masing. Mereka punya masalah masing-masing. Dan mereka punya pikiran yang dipikirkan masing-masing.

Tapi pernahkah sedikit memikirkan, ikut merasakan, atau mencoba seandainya menjadi orang lain. Bagaimana seandainya saya menjadi orang tua yang menumpukkan tanah dan batu-batu di tengah jalan yang berlubang, dan setelahnya meminta sedikit upah dengan memakai kaleng cat kosong. Atau mencoba memikirkan orang di seberang kaca mobil sana, yang terlihat gundah, sesekali mengepulkan asap rokoknya. Mencoba memikirkannya apakah dia sedang ada masalah, apa yang sedang dipikirkannya, dan apa yang akan dilakukannya.

Yang terlihat baik dan perhatian mungkin saja aslinya jelek dan punya sifat yang gak mempedulikan. Atau sebaliknya, yang terlihat jelek dan cuek tetapi sebenarnya punya sifat yang baik dan perhatian. Kadang semua itu jadi samar. Serba salah. Atau bahkan mungkin menjadi tertuduh yang pesakitan. read more…

Ikhlas

2010 January 12
by Muhamad Irfan

Sulit. Itu kata pertama waktu saya tuliskan judul ini, dan memang sulit.

Ketika cita-cita, mimpi, dan harapan gak terwujud, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas buat menghadapinya sambil terus berjalan tegak. Ketika harta benda habis ditelan banjir, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas, bahwa semuanya hanya titipan-Nya. Ketika lamaran pekerjaan di tolak, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas buat nerimanya, sambil terus semangat mencari pekerjaan lainnya.

Ketika diminta bos untuk melakukan sesuatu pekerjaan, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas, supaya pekerjaan yang saya lakukan selalu berkah. Ketika orang lain memandang sebelah mata pekerjaan yang diembannya, teori seharusnya saya harus ikhlas, dan terus percaya dan semangat bahwa pekerjaan ini halal dan akan menjadi pembeda suatu saat nanti. Ketika orang lain memandang sebelah mata kemampuan yang dimiliki, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas sambil terus berkreasi yang akan dibuktikan dengan hasil yang terbaik.

Ketika orang lain memandang rendah status sosial yang disandangnya, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas, dan terus percaya bahwa status ini adalah bukan pembeda dimata-Nya. Ketika orang lain mengejek dan mencela kekurangan fisik kita, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas, dan tetap semangat bahwa ini gak akan menghalangi kita untuk berbuat lebih baik. Ketika sakit datang dan mengganggu aktifitas sehari-hari, teori seharusnya adalah saya harus ikhlas buat merasakannya, mungkin ini salah satu hal pengurang dosa. read more…

Beliau Terbaring Sakit

2010 January 10
by Muhamad Irfan

Waktu mendengar kabar beliau terbaring sakit di rumah sakit, awalnya memang gak percaya. Seseorang yang buat saya liat tiap kali ketemu selalu sehat. Dan memang benar, beliau sekarang terbaring sakit.

Seseorang yang lain kaget, gak percaya, khawatir, takut, lemas dan saya yakin pikiran dia kemana-mana waktu mendengar kabar kalau sekarang beliau dirawat di rumah sakit. Dia menangis. Orang yang begitu sayang terhadap beliau. Dan saya gak bisa bilang apa-apa waktu itu, pikiran saya pun ikut kemana-mana.

Ketika beliau terbaring sakit, seseorang yang lain jelas merasa khawatir. Tapi jelas, beliau gak ingin seseorang yang lain khawatir akan kondisinya. Ketika beliau terbaring sakit, seseorang yang lain sebisa mungkin gak perlu khawatir, sebisa mungkin jangan dikabari dulu soal sakitnya. Dan ketika beliau terbaring sakit, saya makin tau kalau beliau disayangi seseorang yang lain, keluarganya, dan orang-orang di sekitarnya. read more…

Mimpi

2010 January 8

Gak peduli apa kata orang soal mimpi saya. Gak peduli apakah nanti mimpi-mimpi saya gak akan menjadi nyata. Semuanya selalu muter-muter di pikiran saya, semunya seakan tergambar jelas waktu mimpi saya itu benar-benar akan jadi nyata. Mimpi itu akan diusahakan menjadi bukan cuma sebatas mimpi, tapi mimpi yang akan menjadi benar-benar nyata. Gak akan dan gak boleh pernah mati. “yang terpenting bukanlah seberapa besar mimpi kita, tapi seberapa besar kita pada mimpi kita” begitu kata sang pemimpi.

Waktu masih aktif main fesbuk, saya gak jarang nulis status soal mimpi saya. Ada komentar yang mendukung, ada pula yang menganggap terlalu tinggi dan terlalu bermimpi. Satu hal, gak ada yang bisa melarang orang buat bermimpi, sekalipun mimpi itu adalah mimpi orang miskin menjadi presiden, mimpi seorang anak yang ingin seperti bapaknya, atau mimpi orang cacat menjadi orang yang lebih baik daripada orang yang gak cacat. Saya suka mimpi, saya seneng bermimpi dan menghayal, karena itu semua yang bikin saya semangat. Semangat hidup. “orang macam kita ini kal, kalau gak punya mimpi dan harapan, kita akan mati” begitu kata arai. read more…