Bapak
Dibalik sifatnya yang keras, bapak mempunyai sisi lembut. Itu yang saya liat ketika bapak menangis di beberapa kesempatan. Ada tiga momen yang saya ingat, momen yang membuat bapak menangis.
Pertama, ketika kami sekeluarga termasuk bapak nengok kakaknya bapak (baca : uwa) di Sumedang. Bapak menangis di rumah sakit melihat kakak perempuannya terbaring di ranjang rumah sakit. Tidak bisa bicara, tidak bisa menggerakkan tangan, beliau terkena stroke. Bapak menangis waktu itu….
Kedua, ketika sekolah yang bapak pimpin dan tempat bapak mengajar mengadakan acara perpisahan buat bapak, karena bapak akan pensiun. Saya memang tidak melihat langsung karena tidak datang ke acara itu. Tapi dari video perpisahan yang saya liat, bapak menangis ketika memeluk para muridnya dan teman-teman kerjanya. Saya pun menangis walaupun hanya melihat dari video itu di malam harinya…
Ketiga, ketika saya meminta maaf (baca : sungkem) di acara pernikahan saya bulan Mei lalu. Saya mencium pipinya, memeluknya, menyalami tangannya, dan meminta maaf. Saya menangis, bapak pun menangis….
Selamat hari senin. Masih sepuluh hari pertama di Bulan Ramadhan….
- – - -
Terima kasih bapak….

aaakk..mas irfan udah nikah??ketinggalan berita ney aku..
semoga jadi keluarga sakinag mawaddah warrohmah ya mas…