Skip to content

Sebuah Ukuran

February 22, 2009

Saya pernah mikir, “Pernah ga ya orang-orang di luar sana berpikir tentang saya? Mengomentari saya yang memang kaya gini?” Saya pun pernah mikir buat jawaban sendiri “Ah….ga usah terlalu dipikirin…”

Tapi sekarang saya berpikir ulang “Benarkah harus ga usah terlalu dipikirin? Sementara komentar itu bisa penting buat saya?”

Saya adalah orang yang banyaaaak sekaliiiii kekurangannya. Mulai dari wajah (jelas!hee…), kepribadian, kemampuan, sampai sifat dan perilaku. Dan saya yakin, ada orang diluar sana yang pernah ato mungkin sering mengomentari apa yang ada pada diri saya. Pikiran pun tertuju ma orang-orang terdekat : orangutan, kakak, saudara, sepupu, teman, murid, dan bisa jadi pacar sendiri.

Saya orang yang pendiem. Dan mungkin saja saya dikomentari “Ini anak, pendiem banget ya?!”

Saya orang yang rada cuek. Dan mungkin saja saya dikomentari “Ampun dah…cuek banget!”

Dan mungkin masih banyak komentar-komentar tentang saya.

Saya sadar saya punya banyak kekurangan. Dan saya sadar komentar adalah hak dari semua orang yang mengenal saya. Dan saya sadar juga kalo saya harus terima dan jadi bahan perbaikan buat saya. Komentar yang sinis ke, jelek ke, ato sampe komentar yang sifatnya pujian pun, semuanya harus jadi bahan yang bisa buat saya jadi orang yang lebih baik….

Saya jadi inget blog raditya dika, yang dulu blognya masih ada kolom untuk komentar pembaca blognya tapi sekarang udah ga ada. Berawal dari komentar seseorang yang menkritik bahkan cenderung menyudutkan dan menghina komik yang baru saja diterbitkannya. Fasilitas komentar itu pun berubah jadi sarana debat kusir dan saling hina antara pembaca yang mendukung Dika dan mencela habis-habisan komik barunya. Akhirnya fasilitas komentar nya pun dihapuskan, diganti dengan imel saja.

Saya berpikir klo saya punya teman/sahabat. Dan misalkan saya dikomentari oleh temen temennya saya. Misal komentar itu ternyata membuat pertemanan saya berantakan dan harus diakhir dengan “putusnya pertemanan”. Saya jadi berpikir “Sombong banget dan seenaknya sebuah komentar bisa merusak semuanya!”

Seperti apa sebuah ukuran untuk orang mulai mengomentasi dan dikomentari? Ah…saya pikir semuanya harus proporsional aja. Tapi saya juga berpikir…komentar punya peran yang besar buat membangun hubungan itu jadi lebih baik.

Seseorang yang bijak akan mengomentari komentar itu dengan bijak juga. Ini saya dengan kelebihan dan kekurangan saya. Akan berusaha lebih baik lagi jika komentar itu bersifat mengkritik. Dan akan mempertahankan dan terus menjadi lebih baik lagi jika komentar itu bersifat pujian. Dan saya termasuk orang yang bijak??Ahaa…..SEMOGA, I HOPE SO.. Kalian yang mengomentari!hhee…

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: