Skip to content

Beliau Terbaring Sakit, Seseorang Yang Lain Menangis

May 19, 2009

Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkan waktu mudamu sebelum datang masa tuamu. Kira-kira itulah pelajaran yang saya dapet waktu saya nengok “seseorang” di rumah sakit di Sumedang hari sabtu kemaren.

Satu sisi, saya senang bisa pergi kesana lagi. Tempat kecil dulu maen kalo silaturahmi setelah lebaran. Ternyata banyak yang berubah disana. Di lain sisi, ada yang membuat “gimana gitu” dari kunjugan ke Sumedang. Yap, menengok seseorang di rumah sakit.

Tangan kanannya sudah gak bisa digerakkan lagi. Mungkin juga kaki kirinya. Mulutnya gak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, tertutup rapat. Beliau terkena stroke. Wajah yang terlihat keriput itu menangis, ketika saya dan keluarga datang menjenguknya, walaupun beliau tak berkata sepatah kata pun.

Melihat beliau terbaring di kasur rumah sakit yang seadanya dan menangis. “Seseorang” yang lain yang gak pernah sekalipun saya liat beliau nangis, seketika itu juga menangis. Mengusap tetesan air matanya dengan sapu tangannya. Ya Allah…sepertinya saya baru pertama kali liat beliau nangis! Perasaan teh jadi gimana gitu, jadi ikut sedih.

Ternyata segalak-galaknya seseorang kalo melihat orang yang disayanginya terbaring sakit seperti itu, hatinya pasti luluh juga. Menangis, seperti takut kehilangan. Dalam hati saya pun berdoa untuk kesembuhan beliau yang sedang sakit. Dan berdoa juga untuk kesehatan “seseorang” yang menangis tadi di usianya yang gak bisa dibilang muda lagi, walaupun gak ada uban di rambutnya.

Dan saya pun hampir gak kuat ngeliat apa yang saya liat. Ketika saya dan keluarga ingin berpamitan. Beliau yang sedang sakit kembali menangis, seperti ingin bilang “pulangnya nanti aja…”. Dan seketika itu juga, “seseorang” yang lain ikut menangis. Diciumnya kening dan pipi beliau yang sedang sakit. Dan berkata “Yang sabar…yang ikhlas…nanti ade kesini lagi”.

Saya yakin banget, “seseorang” yang mencium kening dan pipi itu sayang banget dengan beliau yang sedang sakit. Yakin. Itu pertama kali saya liat pribadi yang lain dari “seseorang” yang saya hormati dan sayangi. Dan hati kecil ini berkata “saya ingin seperti dia!”.

Sehat. Kata yang remeh, tapi berjuta arti penting di dalamnya. Bayangkan ketika sudah sakit, mau ngapa-ngapain juga susah, ribet. Dan sehat itu harus disyukuri.

Muda. Kata yang remeh, tapi setidaknya akan dikenang ketika tua. Duh…kenapa ya waktu muda dulu gak merokok, pasti gak ribet urusannya kalo udah sakit paru-paru gini”. “Duh…kenapa ya waktu muda dulu gak kuliah di jurusan itu aja, pasti dapet kerja yang enak, gak kaya sekarang”.

Dan silaturahmi ke Sumedang pun bikin saya merenung sendiri. Insya Allah banyak yang saya dapet dari sana. Dan mudah-mudahan itu bukan angin lalu yang sekarang inget tapi besok dilupakan. Dan kalimat “Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang sakitmu. Manfaatkan waktu mudamu sebelum datang masa tuamu” itu emang benar adanya. Bukan begitu?😉

*jangan nanya siapa beliau yang sedang sakit, dan siapa “seseorang” itu ya!:mrgreen:

Selamat hari rabu. Pesan saya : jagalah kesehatan!😀

*sekarang saya lagi rajin bolak-balik ke wc. Diare! Ditambah badan pada bentol-bentol, mungkin alergi! Lemah, letih, lesu! haaghhh…. sakit emang bikin ribet ya!

22 Comments leave one →
  1. May 20, 2009 10:59 am

    Menghargai WAKTU ketika sehat, muda dan mempunyai peluang🙂

    Agar hasil dari peluang yang telah dimanfaatkan tersebut tidak berbuntut penyesalan.

    Terima kasih ya pak sudah mengingatkan🙂

    btw… makan pucuk daun jambu klutuk (resep kuno yg mujarab)

    cepet sembuh pak🙂

    Salam, EKA

  2. May 20, 2009 1:35 pm

    maka beribadahlah sebelum engkau sakit
    he3x..
    jaga kesehatan ya
    lagi musim pancaroba nih

  3. May 20, 2009 5:40 pm

    huaaa… irpaaan…
    selamat ‘menebus dosa’ di ‘purgatorio’ yaa…:mrgreen:

    btw, siapa seseorang yg terbaring sakit n siapa seseorang yg lainnya itu?
    *ditimpukirpan*

    • May 21, 2009 12:38 pm

      jadi inget postingan “purgatorio” dirimu yo!:mrgreen:
      ealah…udah dibilang jangan nanya itu…
      *sambilnimpukyoan..😀

  4. May 21, 2009 12:37 am

    Iyah..iyah….

    Semoga saya bisa menjaga kesehatan……

  5. May 21, 2009 1:52 am

    hua… mengharukan !!! hickz…

  6. May 21, 2009 2:09 am

    semoga cepat sembuh…….

  7. May 21, 2009 2:56 am

    jadi ingat waktu kakek sekarat… seperti itu juga keadaannya. yang satu menatap kosong tak bisa bergerak… yang lain menangis.

  8. May 22, 2009 1:42 am

    SemOga cepat smbuh

  9. May 22, 2009 12:34 pm

    ayuk … jaga kesehatan …
    yang jelas, kehilangan seseorang itu pasti krn gak ada yg kekal d dunia ini ..

  10. May 22, 2009 12:41 pm

    waktu.. hal yg sangat saya hargai tp sering saya habiskan tuk hal yg sepele😦

    sedang berusaha memperbaiki diri agar waktu muda ini tidak tersia-siakan *sok muda*

  11. May 22, 2009 4:21 pm

    Ibunya yang sakit ya? Nenek? Tante? Mertua? Calon Mertua?
    halah…
    Siapapun yang sakit, semoga cepat sembuh…🙂

    • May 24, 2009 12:14 am

      jawaban bendol salah kuabeh!!:mrgreen:
      bukan ibu, bukan nenek, bukan tante, bukan juga camer!😀

  12. May 22, 2009 10:35 pm

    semoga cepat sembuh deh…….

  13. May 23, 2009 1:56 am

    siapapun yang sedang sakit, semoga lekas diberi kesembuhan

  14. May 23, 2009 6:07 pm

    sehat memang nikmat yang mahal,, tapi juga nikmat yang sering membuat kita lalai.. lalai untuk menjaga kesehatan..

    semoga segera sembuh,, untuk yang sedang dirawat diRS dan yang lagi diare..😉

  15. May 24, 2009 5:03 am

    T_T iya…

    terkadang nikmat itu baru terasa saat ia pergi…

    sehat sebelum sakitt…

    T_T

  16. May 25, 2009 1:20 am

    Stroke itu nyiksa. Kamu masih bernyawa, tapi kamu nggak bisa melakukan apa-apa.

  17. May 25, 2009 6:05 am

    Semoga cepet sembuh dh yang sakit…
    salam sabar yahhh

  18. May 26, 2009 3:01 pm

    Hhmm.. jadi siapakah dia?
    siapapun itu, cepet sembuh yaa..

  19. nopx permalink
    May 28, 2009 11:05 am

    cerita yang bagos bos

  20. May 28, 2009 1:45 pm

    salam kenal. Tulisan ini mantap juga nih… sarat dengan nilai-nilai religius. Ini baru betul apa adanya .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: