Skip to content

Haru “Gak Biasa”

July 23, 2009

Ahad pagi, hari yang mungkin paling mendebarkan dan akan menjadi hari yang paling dikenang oleh saudara sepupu saya. Hari melepas status lajangnya, dan akan menjadi hari pertama menjadi suami dari istri yang sah. Saya yakin perasaan hari itu campur aduk. Tegang dan mungkin haru.

Tapi saya gak akan cerita harunya saudara sepupu saya, tapi dari saya sendiri. Awalnya adalah biasa-biasa saja tapi lama-lama menjadi hal yang “ko gak biasa”. Ini adalah kali kedua “ko gak biasa” setelah pernikahan kakak perempuan saya dulu.

Duduk ditempat khusus keluarga ahad itu, dan melihat dari awal proses penerimaan calon suami sampai dengan acara ijab kabul. “Gak biasa” itu datang tanpa disadari. Awalnya adalah waktu calon suami (sepupu saya) ditanya oleh wali nikah calon istri “Apakah ada syarat yang diajukan De’Iha buat mas Rafani Massattudin sebelum menikah?”. Sepupu saya jawab “De’Iha bilang, kalo mau menikahi saya hafalkan dulu surat Al Waqiah diluar kepala”

Mulailah suasana hati saya “gak biasa”….

Saya sering mendengar pernikahan yang diajukan syarat seperti ini, misalnya hafalkan dulu surat Al Baqarah diluar kepala. Tapi baru kali ini saya melihat secara langsung.

Akad pun dimulai. Suasana hati saya yang “gak biasa” ko makin jadi…

Wali nikah mulai menikahkan adiknya yang menunggu didalam kamar. Ijab kabul pun terucap. Waktu sepupu saya menjawab “Saya terima nikah dan kawinnya Muflihatul Jannah binti Maksus Maksum dengan mas kawin emas 5 gram gelang dan uang 2 juta rupiah dibayar tunai!!”

Kantung mata saya seketika terasa berat. Saya terharu, sangat. Tapi saya berusaha sekuat tenaga buat menahan air mata yang sepertinya udah berkumpul di kantung mata. Saya menundukkan kepala, sedikit mengusap mata. Keluarga yang lain pun mengusap air mata yang sedikit menetes di sela-sela mata.

Jujur, sangat jujur, saya sebenarnya pengen nangis saja, membiarkan air mata ini menetes adanya. Tapi saya berusaha sekuatnya buat menahan.

Ini adalah mungkin (yang saya ingat), acara pernikahan kedua yang bikin saya “gak biasa” kaya gini. Yang pertama adalah waktu kakak perempuan saya menikah, saya menangis waktu itu.

Banyak pernikahan yang udah saya lihat, tapi jarang sekali saya kaya gini. Perasaan saya kebanyakan dibuat biasa-biasa saja. Malah bahkan kalo ada yang bilang “Sah??”. Saya pun ikut bilang “Sah!!” sedikit dengan gaya bercanda.

Selamat hari kamis. Selamat buat sepupu saya, Rafani Masattudin yang telah menjadi suami yang sah dari mba Muflihatul Jannah. Semoga menjadi pelengkap ibadah yang berkah dan diridhoi-Nya. Selamat menempuh hidup baru…🙂

– – – –

Ada yang pernah nangis melihat kakak, saudara, teman, atau sahabat yang menikah? Apa yang dirasakan waktu itu?🙂

17 Comments leave one →
  1. July 23, 2009 11:51 am

    Selamat buat sepupunya ya pak Guru🙂

    ah saya yang sudah menikah saja
    selalu menangis kalau melihat pembacaan janji setia perkawinan.

    Trenyuh dengan ketulusan dan kesucian yg menyelimutinya.

    Salam, EKA

  2. July 24, 2009 1:14 am

    selamat ya buat sepupunya ^^
    seumur hidup aku belum pernah ngeliat akad nikah live:mrgreen:
    mungkin oktober atau desember nanti jadi pengalaman pertama ngeliat itu ^^

    • geulist133 permalink
      July 24, 2009 2:06 am

      waa, siapa yang nikah????? ciye ciyeh

  3. geulist133 permalink
    July 24, 2009 2:03 am

    Selamat ya!

    Aku tak biasa, , . .
    Bila kau tiada disampingku, . .
    Aku tak biasa bila ku tidur tanpa suaramu,. . .

    Weks, sangat tidak biasa🙂

    aku juga terharu waktu, kakak sepupuku nikah. Kapan nyusul pak guru?:mrgreen:

    • July 27, 2009 8:47 am

      nyusul?? wah…nantilah. nanti juga saatnya tiba neng!🙂

  4. July 24, 2009 3:30 am

    bLum prnaH sey ampe teRhaRu gTu…
    tPi..saia terhaRu membaCa posTingaNx mas iRfan..
    “saH mas irfaN??”
    “SAH….”😀

    • July 27, 2009 8:49 am

      terharu baca postingan ini? kok saya gak ya chie?:mrgreen:
      * SAHHH!!😆

  5. July 24, 2009 6:45 am

    selamat ya wat sepupunya..
    mun9kin karna dirimu ikut larut didalamnya,ato mun9kin dirimu merasakannya🙂

    jadi kapan??:mrgreen:
    kaburrrr sebelum dilemparin

    • July 27, 2009 8:51 am

      mungkin khusyu kuncinya kali ya wi3nd. kalo acaranya khusyu ditambah niat baik tanpa embel-embel ini dan itu, dan sesuai apa yang diajarkan agama, kayanya bakal ikut haru juga…

      kapan? kapan apaan neh?:mrgreen:

  6. July 24, 2009 6:46 am

    heh,komen9ku nda muncul ya?
    nyepam ya fan😦

  7. July 24, 2009 6:48 am

    heh,komen9ku nda muncul ya?
    nyepam ya fan😦

    • July 27, 2009 8:54 am

      sudah muncul tuh wi3nd, gak nyepam.
      * kembali senyum atuh!🙂

  8. July 26, 2009 2:46 am

    waahhhh… ya Allah. saya juga sampe nangis pak, ketika menghadiri akad sahabat baik. ketika itu ia minta syarat dan mahar utk tahfidz QS. Ar-Rohman. dan ketika setelah akad, sang suami pun membacakannya di luar kepala dengan tartil yang pas banget. subhanallah… jadi terharu…

    kunjungannnn🙂

  9. July 26, 2009 10:24 pm

    salam kenal…..,

  10. July 27, 2009 2:06 am

    wah wah dik irfan…
    jadi kapan kamikami ini bisa terharu saat melihat akad nikah dik irfan dengan dik FTY… *ngakakgulingguling*

    • July 27, 2009 8:53 am

      FTY? wah….
      * jangan keseringan guling guling tante, nanti jadi mirip sinchan!:mrgreen:

  11. July 29, 2009 3:35 am

    Subhanallah…

    memang mengharukan ya… ^^

    tapi saya lum pernah hadir resepsi kayaknya *kayak mbak phiy*

    *saya jadi ingat yang kmaren2 gak jadi ke walimahan, hiks…*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: