Skip to content

Harry Potter And The Half Blood Prince

July 30, 2009
And The Half Blood Prince

And The Half Blood Prince

Setelah menunggu dari bulan November tahun kemarin. Dan setelah menunggu satu minggu setelah premiernya, akhirnya hari sabtu kemarin bisa nonton juga Harry Potter and The Half Blood Prince walaupun harus duduk di kursi kedua dari depan! (*jadi garda depan!:mrgreen: )

Setelah nonton filmnya dari awal sampai dengan selesai, kalo boleh bilang film Harry Potter yang ke enam ini film Harry Potter yang paling dark. Gelap, suram. Hampir semua adegan di film ini gelap.

Soal keseluruhan film, beberapa teman saya bilang kalo film Harry Potter yang ke enam ini adalah film Harry Potter yang paling jelek yang pernah ditonton. Topek, teman di kost Jogja dulu bilang di wall fesbuk saya :

Kecewa dengan harpot, film harpot paling jelek dari semuanya. tul gak plis???

Dan jawaban saya di fesbuk :

Ah…gak juga. buktinya di movie.yahoo.com nilainya B ko!hhhee… tapi cerita “pangeran berdarah campurannya” emang berasa kurang…

Saya punya teman, dan teman saya ini bilang ke teman saya yang lain kalo film Harry Potter yang ke enam ini gak rame sama sekali. Padahal dia nonton pas premiernya.

Pendapat saya? Buat saya pribadi, saya nikmati filmnya dari awal sampai dengan akhir. Saya ngerti jalan ceritanya karena memang pembaca novel Harry Potter. Saya gak bilang film ini jelek. Buat saya filmnya bagus ko, apalagi ceritanya. Ya walaupun cerita soal The Half Blood Prince-nya gak terlalu terexplore, dan gak ada banyak adu sihir.

Cerita lebih banyak terfokus ke death eater alias pelahap maut, Draco Malfoy yang menjadi pengganti ayahnya. Professor Slughorn yang punya kenangan khusus dengan Tom Ridle, si Voldemort. Dan Harry, Ron, Hermione yang udah beranjak gede dan mulai ada perasaan suka-sukaan. Jatuh cinta.

Saya sendiri nikmatin setiap cerita di filmnya. Cerita di awal dan endingnya buat saya pas, bagus. Cerita ala remaja yang mulai jatuh cinta, cerita humor yang pas, sampai dengan cerita yang suramnya. Dari awal Harry Potter diajak ke rumah Professor Slughorn sampai dengan Horcrux yang diambil Harry dan Dumbledore ternyata palsu, yang asli udah diambil oleh R.A.B

Udah nonton filmnya, Harry Potter And The Half Blood Prince? Bagus? Biasa-biasa aja? Atau jelek dan sama sekali gak rame? Buat yang mau di dalamnya ada banyak adu sihir, efek yang keren, action yang lebih dan segala macamnya, dijamin kamu bakal kecewa kalo udah selesai nonton. Bagi yang belum nonton dan mau nonton, jangan lupa bawa cemilan, supaya gak ngantuk dan ketiduran! :mrgreen:

Satu hal lagi, film yang ke enam ini udah gak cocok buat anak-anak lagi karena ceritanya udah beranjak remaja-dewasa, dan isi yang udah mulai suram, gelap, pembunuhan, dan segala hal lainnya yang gak cocok buat anak-anak.

Selamat hari kamis. Sebagai pembaca yang nunggu filmnya dari tahun kemarin, saya cukup terpuaskan udah nonton filmnya di bioskop, bagus. Tinggal nunggu film terakhirnya yang udah selesai dibuat, The Deathly Hallows. Harus nonton, karena mungkin film Harry Potter and The Half Blood Prince ini adalah prolog dari film Harry Potter and The Deathly Hallows dan lebih seru.

– – – –

Novel dan filmnya ada perbedaannya gak ya? Saya yakin ada. Tapi saya gak detil apa aja yang beda. Maklum terakhir baca novelnya udah lama banget, dan waktu nonton ya konsen nonton filmnya. Kalo ada yang tau perbedaan antara di novel dan filmnya, tinggal di share aja. Salam dangdut!🙂

10 Comments leave one →
  1. geulist133 permalink
    July 30, 2009 8:28 am

    Aku belom nih😦
    ingin tapi tapi tapi. , Sibuk

  2. July 31, 2009 4:19 am

    haddiiirrr kaduaaxxx….
    aku dah nonton, emang kurang greget di banding yang lain, tapi mungkin saja karenA kita udah jenuh??? mungkinkah??
    cu…

    • August 1, 2009 10:28 am

      jenuh? buat saya seh gak. ada rentang waktu lama buat nunggu dan nonton filmnya.
      *gakmungkingakmungkin.mungkingakya!?:mrgreen:

  3. July 31, 2009 11:49 am

    aku, lebih suka baca bukunya berkali-kali ketimbang nonton film2nya…
    they’re far far away from what I’ve imagined… *well, I never really like movies based on novels tho…:mrgreen: *

  4. August 1, 2009 7:20 am

    hehehehe… dulu ketika harpot masih halal saya konsumsi
    saya ndak nonton harpot, lebih seneng baca aja

    abiiisnya setelah melihat pilem pertama ternyata byk perbedaan dengan bukunya, abis itu stop nonton😀

  5. guskar permalink
    August 2, 2009 12:49 am

    aha… satu lagi membaca resensi film yang mengatakan HP kali ini nggak begitu menarik untuk ditonton..😦
    kebetulan saya baca semua buku HP, dan masing2 terbaca 2x dan mmg sll ada beda antara buku dan filmnya.
    saya berharap spt kata Irfan, film yg sekarang merupakan prolog dari 2 film HP berikutnya…😀

  6. August 3, 2009 1:15 am

    Kao nonton di bioskop, jelas bukan tipeku
    Tapi kalo lihat film2 terdahulunya di TV, seru-seru🙂

  7. Moustachez Darksteinus permalink
    August 5, 2009 7:57 am

    Klo HarPotnya ngga bagus coba Up ato G. I. Joe di bioskop

  8. August 7, 2009 1:35 pm

    filmnya kurang berkesan… gak begitu seru. lebih suka yang azkaban itu ^^

  9. August 15, 2009 5:55 am

    pasti ada lah perbedaan antara novel dan fiLm,karna film nda bisa men9ejahwantakan novel secara keseluruhan..
    harpotna cakepan waktu masih kecil ya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: