Skip to content

Susah Ternyata

October 8, 2009

ujianDia mengernyitkan dahinya setelah memeriksa hasil ulangan yang kedua dalam seminggu ini. Kelas sebelumnya yang berbeda tingkatan pun gak berbeda jauh hasilnya. Membuat tangannya selalu memegang kepala yang seketika penuh dengan pikiran dan pertanyaan, kenapa hasilnya jauh dari yang dia harapkan.

Kali ini, dia jauh lebih mengernyitkan dahinya di kelas yang berbeda. Bukan apa-apa, kelas yang diharapkan bisa mendapatkan hasil yang baik, tapi ternyata belum sesuai harapan. Dia sedikit kecewa, menunduk ketika mendengar keluhan para siswa yang hampir serentak bilang “pusing pak, soalnya susah!”. Sedikit kecewa karena soal-soal itu sudah diajarkan. Sifat ulangan pun open book lagi. Dan dia sedikit kecewa, karena di kelas itu, dia menjadi wali kelas. Wali kelas yang ingin melihat para muridnya mengerjakan dengan keyakinan bisa, dan keyakinan mendapatkan hasil melebihi nilai KKM. Tapi hari itu, dia gak melihatnya… 😦

Hasil ulangan selesai di periksa. Kelas pertama yang tingkatannya lebih tinggi, harus terpaksa hampir setengah dari jumlah siswa gak mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Kelas kedua yang tingkatannya lebih rendah dan dia menjadi wali kelasnya, hasilnya sedikit lebih baik, tapi gak sampai membuat dia tersenyum senang. Tapi malah membuat dia bertanya, “ada apa dengan pembelajaran dan materi yang sudah dia sampaikan?”. “ada apa dengan soal-soal ulangan hari ini?”

Proses merenung dan melamun dia lakukan setelahnya. Setahu dia, dia sudah berusaha memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran walaupun dia yakin itu belum baik dan terbaik. Setahu dia, dia sudah memberikan kemudahan untuk para murid agar mereka mengerti tentang materi yang disampaikan. Memberikan kemudahan, dorongan, dan apresiasi agar mereka mau bertanya kalau belum mengerti. Memberikan kesempatan untuk mereka protes kalau dia terlalu cepat dalam menyampaikan materi.

Dan setahu dia, dia sudah memberikan kenyamanan dalam pembelajaran, karena dia merasa dia gak galak, gak menekan walaupun dia merasa dia gak bisa humoris. Memberikan catatan materi beserta contoh dan praktek nyatanya. Memberikan kelonggaran waktu dalam pengumpulan tugas. Memberikan soal-soal di ulangan yang sudah diajarkan sebelumnya. Dan memberikan kesempatan untuk bertanya dimana saja, kapan saja kalau mereka belum mengerti.

Tapi ternyata itu semua susah. Susah supaya buat mereka mau bertanya walaupun sudah dijanjikan akan diberi apresiasi berupa nilai tambahan. Susah supaya buat mereka mau bertanya walaupun dia sudah memberikan kesempatan waktu dan tempat yang lebih. Susah memahami mereka, apakah mereka benar-benar mengerti pelajaran yang disampaikan atau gak. Mungkin mereka malu? Susah ternyata ya…😦

Dia jadi teringat pertanyaan yang belum lama dia ajukan ke satu murid di setiap kelas yang dimasukinya

Dia : hari ini bapak ngajar pelajaran apa?

Siswa : [mikir lama….] eeee……apa ya pak, lupa!

* Gubrak!! Sudah berapa bulan belajar tapi gak tau selama ini pelajaran yang dia ajarkan itu namanya apa.

Dan akhirnya, dia berharap proses merenung dan melamun ini berujung pada evaluasi pembelajaran yang selama ini dia sampaikan di kelas. Berharap dia menjadi lebih baik lagi dan para murid juga bisa tertular lebih baik lagi. Dan dia gak ingin melakukan pembelaan untuk dirinya dan menjudge kalau muridlah yang salah. Mungkin dia lebih banyak salah dibanding mereka…

Selamat hari kamis.  Dia gak minta banyak. Di dalam hatinya muncul kesenangan dan kebanggaan kalau apa yang sudah disampaikan bisa diterima dengan baik dan diwujudkan dengan hasil ulangan atau evaluasi dari mereka yang baik juga🙂

– – – –

Dia merasa : ternyata susah jadi guru teh… nampaknya harus melakukan “pendekatan” yang lebih lagi ke para murid!:mrgreen:

Ada yang bisa bantu dia? Ada yang punya tips?😀

10 Comments leave one →
  1. October 8, 2009 8:56 am

    ehm… memangnya bapak ngajar pelajaran apa, pak? :hammer:

    peace, pan!:mrgreen:

    sabar, pan. jadi pendidik itu memang tidak mudah. makanya saya blum pe-de jadi guru…
    *ngeloyorpergitanpamemberisolusi*
    *dilemparkursi*

    • October 10, 2009 5:43 pm

      ternyata…saya juga lupa ngajar apa yo!:mrgreen:
      ya sabar kuncinya dan terus berusaha lebih baik lagi.

      *termasuksabarwalaupunyoanpergitanpamemberisolusi!:mrgreen:

  2. October 8, 2009 10:20 am

    Hueh. Berat juga ya jadi guru.
    Mengajar itu gak gampang, yang lebih susah lagi bukan mengajar, tp membuat orang lain mudah mencerna yang kita sampaikan.
    Mgkn cara penyampaiannya? Atau bagaimana kalau lebih sering dibuat discussion group, biar murid terbiasa utk bertanya & saling sharing…

    • October 10, 2009 5:46 pm

      ya mungkin cara penyampaian yang kurang menarik.
      discusion group? sudah direncanakan dan mudah-mudahan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini…

      *padahal rencana ini udah ada di ide saya di awal tahun ajaran baru!:mrgreen:

  3. hmcahyo permalink
    October 8, 2009 10:54 am

    mampir aja mas😀

  4. October 8, 2009 11:25 am

    Tanggung jawab seorang guru memang sangat berat bagi yang merasa punya tanggungjawab seperti itu,
    dan ditambah lagi murit yang sangat santainya padahal mereka kurang ngerti dengan pelajaran.
    Iklan Baris

  5. October 8, 2009 5:46 pm

    dy = mas irfan…
    betul kahh???? :p

    sabaR..sabaR..mungkiN sebaex dy lebih terbuka ma murid2x..
    ap yang masih KURANG sehingga nilai2x jdi sprti itu…:D
    smangatt pak guru…

    • October 10, 2009 5:47 pm

      yep, dia harus lebih terbuka dan lebih pedekate lagi dengan murid-muridnya!😀
      dia = mas irfan?? iya!:mrgreen:

  6. October 14, 2009 10:13 am

    konselin9 ajah pan,mun9kin denh9an b9itu ada solusina..
    apa siswana y9 nda nan9kep ma materi plajarannya?apa 9uruna [ech ini brarti irfan ya :D] yan9 n9asih materina tidak bisa dicerna d9 baik oleh para siswana…

    kadan9kala kita berfikir suda memberikan y9 terbaik,tp nyatanya?
    seman9aaadd fann..!

  7. October 17, 2009 3:18 am

    waduuuh nyerah deh
    gak punya tips pak🙂
    baisnaya saya ngajar kursus
    jd yg dateng emang niat belajar….

    nah kalo anak2 sekola apalagi SMA, ampuuuuuuuuuuuuuun dah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: