Skip to content

Guru : Tak Lekang Oleh Waktu

December 31, 2009

….Dalam hidup yang bapak alami, ada tiga kesedihan yang sampai hari ini masih bapak ingat. Yang pertama adalah ketika ditinggalkan oleh ayah tercinta. Yang kedua ketika ditinggalkan ibu tercinta, sampai hari ini berbekas. Dan yang ketiga manakala hari ini bapak harus berpisah dengan anak-anak tercinta, hari ini bapak akan berpisah dengan segala yang bapak cintai di sekolah ini….
01 Desember 2009

Begitu potongan sambutan perpisahan dari seorang guru yang akan berpisah dengan semua yang dicintai di sekolah yang beliau pimpin. Guru yang telah menghabiskan dua pertiga hidupnya untuk mengabdi kepada dunia pendidikan sebagai guru. Guru yang bersama-sama dengan guru lainnya mendirikan sekolah menengah pertama di daerah yang belum bisa disebut kota, puluhan tahun silam. Dan puluhan tahun berikutnya telah menjadi sekolah yang luar biasa dengan kepemimpinannya.

Seorang guru yang datang di sekolah lebih pagi dari murid dan guru lainnya. Seorang guru yang dekat dengan para muridnya. Seorang pimpinan yang memperhatikan bawahan dan stafnya. Seorang guru dengan karakter warna-warni, hari itu meninggalkan kesan terakhir bagi para murid, guru, dan semua yang ada di sekolah yang beliau pimpin. Hari itu beliau berpamitan karena sudah masuk masa purnabakti. Walaupun masih terasa berat.

Kedekatan dengan para murid jelas terlihat di video itu. Ketika sang guru akan memberikan sambutan perpisahan di tengah lapangan, para murid satu demi satu berhamburan menuju ke arah beliau dengan membawa hape masing-masing. Ingin memotret beliau. Hari istimewa karena hari itu dibolehkan membawa hape ke sekolah, sekaligus hari perpisahan dengan sang guru dimanfaatkan mereka buat berfoto. Kedekatan dengan para murid jelas terlihat. Ketika satu demi satu murid bersalaman tanda perpisahan, sang guru dan para murid menangis. Sesekali berpelukan. Entah gak kuat atau gimana, satu diantara sekian murid jatuh pingsan. Jadi ingat bulan kemarin beliau mendapat surprise ulang tahun oleh para murid dan guru-guru lainnya berupa kue, karikatur beliau, dan jam tangan. Berasa jadi luar biasa dan berpikir “seorang guru sekaligus kepala sekolah sampai bisa sedekat itu”

Kedekatan dengan para guru, staf, dan penjaga sekolah jelas terlihat di video itu. Ketika sang guru sekaligus pimpinan sekolah itu bersalaman dengan guru-guru lainnya. Peluk dan tangis jadi seperti biasa di hari itu. Dua pertiga masa hidup pengabdian sebagai seorang guru harus selesai di hari itu. Perpisahan gak dapat ditolak, beliau pun berpamitan. Dengan banyak kenangan dan prestasi yang ditinggalkan.

Lepas dari acara perpisahan itu, beberapa murid sesekali main ke rumah beliau. Dengan segala keluh kesah karena sudah gak ada lagi beliau di sekolah. Gak ada lagi kumpul pagi dengan beliau setiap harinya jam setengah tujuh. Gak ada lagi yang marah-marah. Gak ada lagi motor supra milik beliau yang parkir di sekolah. Beberapa murid pun sempat meminta beliau datang lagi ke sekolah, walaupun cuma sehari aja. Lepas dari acara perpisahan itu, ada juga murid yang mengeluhkan kenapa beliau harus pensiun sekarang di status fesbuknya lengkap dengan foto-foto bersama beliau di hari perpisahan.

Tapi…perpisahan memang gak dapat ditolak, diundur-undur pun pasti nanti berpisah juga.

Beliau gak minta penghargaan walaupun sebenarnya pantas diberi. Beliau gak minta dibalas jasanya, walaupun sebenarnya pantas diberi. Beliau gak minta disebut sebagai pahlawan, walaupun sebenarnya pantas disebut pahlawan. Semuanya tulus dilakukan untuk pendidikan dan sekolah. Kepuasan sebagai guru pentransfer ilmu, kedekatan dengan para murid dan guru-guru lainnya buat beliau gak bisa dihitung dengan yang lainnya, kepuasan di atas kepuasan. Seorang guru dan kepala sekolah dengan banyak kesan bagi semua bagian di sekolahnya. Seorang guru dan sosok contoh panutan buat saya. Beliau adalah bapak saya sendiri.

Seperti kata ketua osis di video itu, empat kata buat beliau : We Love You Forever!

Selamat hari kamis. Selamat berakhir tahun 2009. Dan selamat datang 2010.

– – – –

Tulisan ini dibuat khusus untuk bapak. Ditulis setelah beberapa jam nonton video perpisahan beliau, gak sadar pelupuk mata udah basah. Ada yang namanya bekas pacar, tapi gak ada yang namanya bekas guru.

24 Comments leave one →
  1. December 31, 2009 7:17 am

    guru… jasamu tiada tara

    • January 8, 2010 5:59 am

      betul. setuju.

  2. December 31, 2009 10:23 am

    wah pertamaxx nie saya hehe
    salam kenal yah mas🙂
    nice post🙂

    • January 8, 2010 6:00 am

      keduaxx mba!😀
      salam kenal juga…
      dan….makasih😀

  3. January 2, 2010 7:24 am

    saya pun pernah mengalami perpisahan yang mengharukan ketika saya memilih pindah ke sekolah lain yang lebih besar peluangnya untuk mengembangkan diri, sedih memang bahkan diiringi isak tangis santri

    • January 8, 2010 6:00 am

      berarti itu tanda mas dicintai para santri!😀

  4. January 2, 2010 5:51 pm

    guru jasa jasa mu takan pernah lekang oleh waktu(kayak lagu ya)

    • January 8, 2010 6:01 am

      iya berasa kaya lagu🙂

  5. January 3, 2010 7:52 pm

    saia terharu mas bacax..😥
    *jdi inget guru2 saia dlu*

    • January 8, 2010 6:02 am

      guru-guru yang dulu kenapa chie?
      *ikutterharu…

  6. January 4, 2010 9:57 am

    *cry a little

    Kangen sm 0m q. Beliau kepALa sek0lah SD q dulu. Udah tUa tpi sEmangatx bqn yg muda mindEr. Hm, guru.. Selamax akan jadi yang plg saia kagumi dan saia berhutang sangat bxk ke mereka..

    • January 8, 2010 6:04 am

      saya juga kagum sama guru-guru yang ikhlas dan punya semangat. termasuk om fiya…
      *salambuatomnya!😀

  7. January 4, 2010 3:49 pm

    terharu yah fan jika seseoran9 yan9 telah be9itu dekat dan melekat harus man9kat karna pensiun😦

    yah tidak ada mantan 9uru fan,jasa mreka abadi…

    • January 8, 2010 6:05 am

      iya wi3nd terharu, padahal saya cuma liat di video rekaman aja…
      *merekaabadiwi3nd…

  8. January 4, 2010 10:22 pm

    guru.. pahlawan tanpa tanda jasa..
    mungkin kita bisa melupakannya.. tapi rasa2nya jarang guru lupa akan muridnya..
    baik maupun nakal..

    • January 8, 2010 6:06 am

      pahlawan tanpa tanda jasa? walaupun sebenernya mereka pantas diberi jasa…

  9. January 5, 2010 12:07 am

    Salut tuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa..
    jadi ingat guru-guru saya dulu Pak…
    hemmm

    • January 8, 2010 6:08 am

      syukur deh kalo tulisan diatas udah ngingetin lagi.
      *hemmm juga…😀

  10. kepinghidup permalink
    January 5, 2010 11:54 am

    Bagus postingannya… murid yang baik🙂

    • January 8, 2010 6:08 am

      makasih. murid yang baik? hahay…!:mrgreen:

  11. mandor tempe permalink
    January 6, 2010 9:38 pm

    Begitu mengharukan, bahwa seorang guru jasanya sangat besar meskipun sekarang hasilnya tidak terlihat.

  12. January 7, 2010 1:15 pm

    met tahun baru bro

  13. January 10, 2010 7:22 am

    ya Allah.. fotonya membuat saya terharu..😥

  14. engkaudanaku permalink
    January 20, 2010 12:09 pm

    Teringat detik-detik perpisahan dengan para guru (pahlawan tanpa tanda jasa) ku,
    Terharu,,🙂

    Beliau yang dalam kenangan,
    Beliau selalu dikenang.
    Terima kasihku guruku,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: