Skip to content

Do’a

February 19, 2010

Ketika bagian cerita hidupnya gak sesuai dengan yang diinginkan, seseorang merasa “ko hidup begini banget!”. Berusaha sekuat tenaga dan kemampuannya buat merubah alur cerita, hasilnya ternyata masih nol. Keinginan sepertinya gak akan pernah tercapai…

Keinginan yang diharapkan murni dari dirinya sendiri merasa dibelokkan arahnya dengan keinginan orang lain, sedikit dipaksakan. Begitu kata seorang teman yang bercerita. Hidup jadi berasa hanya satu kata : terpaksa. Mencoba meyakinkan bahwa keinginannya adalah insya Allah yang terbaik, tapi ternyata hasilnya masih nihil juga. Masih harus mengikuti apa perkataan mereka. Hidup jadi bertambah satu kata lagi : muak!

Saya jadi berpikir, apakah alur cerita hidup orang itu adalah akibat kesalahan orang per orang atau memang takdir yang sudah dituliskan oleh-Nya? Saya gak tau. Yang ada dipikiran saya waktu itu : mungkin sekarang yang bisa dilakukan cuma berdo’a dan tawakal pada-Nya.

Teman yang lain pernah bilang, “niat udah, ikhtiar udah, soal yakin diusahakan yakin, do’a dan tawakal juga udah. Selanjutnya bukan urusan saya, diserahkan semuanya pada-Nya dan menjadi urusan-Nya”.

Saya yakin memberikan yang terbaik dan sesuai dengan keinginnanya adalah menjadi naluri murni dari diri manusia. Ketika semua peluang untuk membuat alur cerita yang sesuai seakan menjadi tertutup, mungkin do’a dan tawakal adalah upaya terakhir. Ketika keinginan untuk memberikan yang terbaik atau memberikan sesuatu hal yang bisa membantu tapi nyatanya gak kesampaian, do’a dan bertawakal mungkin cukup menenangkan.

Kadang memang, manusia merasa egois buat hal ini. Atau juga kadang bertanya, “apa iya do’a bisa membantu??”. Tapi bukankah di dalam Al-Quran banyak disebutkan tentang pentingnya do’a?

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ”
– Al Baqarah [2] : 186 –

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”
– Al Mu’min [40] : 60 –

Gak salah, kalau saya, kamu atau siapa aja sering mendengar perkataan-perkataan ini. “Saya besok mau ke Surabaya, do’ain ya mudah-mudahan selamat sampai tujuan!” Atau “besok pengumuman hasil ujian penerimaan mahasiswa baru ITB, do’ain ya semoga nama saya termasuk yang diterima!”. Atau seorang suami yang minta do’a dari istrinya, “Bu…bapak berangkat kerja dulu, do’ain mudah-mudahan hari ini rejeki kita banyak”. Atau ucapan terima kasih dari seseorang, “Makasih ya do’anya…akhirnya saya diterima di ITB”

Saya masih yakin do’a menjadi bagian penting dari setiap usaha manusia.  Gaib memang, gak kelihatan. Yang terpenting do’a itu tulus dan dimohonkan kepada Yang berhak dimintakan do’a, Yang Maha Berkendak. Setelahnya tawakal aja. Tapi kadang ketika suatu keinginan udah tercapai, do’a gak terpikirkan lagi telah menjadi hal untuk ketercapaian itu. Naluri manusia, mungkin.

Selamat hari jumat. Semoga gak lagi meremehkan do’a dan arti pentingnya. Dan hari jumat ini adalah hari istimewa buat berdo’a.

– – – –

Terinspirasi dari cerita teman, sekolah, dan yang keliatan aja disekitar.

Hari ini kamu do’a apa? Buat siapa?:mrgreen:

5 Comments leave one →
  1. February 19, 2010 3:21 pm

    berdoa… semoga diberikan kemudahan dan diberikan yang terbaik… amiin…

  2. February 19, 2010 4:16 pm

    yap-yap, do’a itu penting ^^ hari ini yang jelas selalu do’ain orang tua, hehe…

  3. February 19, 2010 11:03 pm

    hari ini aku berdo’a untuk segera mendapatkan pekerjaan sob😀

    selamat berakhir pekan

    -salam hangat-

  4. February 20, 2010 3:54 pm

    manusia cuma bisa berikhtiar dan berdoa,hasil akhir kita serahkan pada san9 PenentuNYA🙂

    jika kita berbaik san9ka maka yakinlah bahwa ALLAH Maha menden9ar & Men9abulkan doa2 hambanya,bukankah DIA tidak pernah in9kar janji?

    *terkadan9 fan,aku ju9a pernah berfikir b9itu,tapi sekaran9 suda aku kembalkan la9i pada San9 Pemiliknya*

  5. February 21, 2010 4:51 pm

    berdoa dengan khusyu
    untuk kehidupan yg yahdu

    salam semangat, sahabatku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: