Skip to content

U-eN

March 23, 2010

Dua puluh mimik wajah di tiap ruangan hampir sama hari itu. Mereka terlihat tegang, hampir gak ada yang terlihat biasa saja. Di awali berdo’a dengan berharap hari ini semua berjalan lancar dan diberi kemudahan oleh-Nya. Hasil akhir nanti tergantung usaha sendiri empat – lima hari ke depan. Berusaha meyakinkan diri kalau hasil akhir nanti akan berpihak pada dirinya.

Satu jam lewat, mimik wajah dua puluh siswa putih abu masih terlihat sama. Tegang. Beberapa diantaranya mengerutkan dahi. Mulut komat-kamit, entah itu membaca do’a atau membaca soal yang dipelankan. Ruangan kelas menjadi gak biasa, hening dan tenang, mengikuti kertas yang ditempel di jendela yang bertuliskan “Harap Tenang, Sedang Ada Ujian!”

Melihat wajah-wajah mereka, jadi ingat beberapa tahun yang lalu saya juga merasakan hal yang sama. Duduk paling depan dengan wajah tegang, pura-pura terlihat serius, dan sedikit berharap mendapatkan ilham pencerahan akan soal-soal yang belum terjawab.

Ah…rupanya hari ini semuanya masih sama. Tiga tahun belajar, nilai-nilai raport lumayan bagus, dengan kehadiran hampir seratus persen selalu hadir, rupanya hari ini menjadi penentuannya. Semuanya akan jadi sia-sia kalau hasil UN ternyata gak lulus. Semuanya masih sama, UN seakan menjadi monster pake helm yang menakutkan. Tegang, stress, dan takut. UN menjadi penyedot pikiran yang luar biasa.

Keputusan Mahkamah Konstitusi yang sempat untuk meniadakan UN, toh akhirnya seperti gak ada gunanya. Kementerian Pendidikan Nasional tetap menyelenggaran UN di setiap jenjang pendidikan 12 tahun. Berita dan cerita bocornya soal, “serangan fajar” berupa kunci jawaban yang beredar sebelum mata pelajaran diujiankan, dan banyaknya siswa yang menjadi korban karena gak lulus UN sepertinya akan menjadi rahasia umum, hal yang biasa, lumrah, menjadi cerita lama dan usang setelah pelaksanaan UN nanti.

Seorang teman bercerita kalau sebenarnya hatinya sama sekali gak berkenan dengan adanya UN, tapi keadaan memaksa beliau untuk terlibat di dalamnya. Seorang teman lain bercerita kalau sebenarnya hatinya gembira mendengar keputusan Mahkamah Konstitusi, tapi keadaan mengharuskan bahwa beliau adalah pengikut Dinas Pendidikan, bukan pengikut Mahkamah Konstitusi.

Kontroversi seputar UN akan terus bergulir tanpa henti sampai ditemukannya solusi yang benar-benar memihak kepada siswa. Berharap gak ada lagi korban seperti teman SMA saya dulu yang berstatuskan wakil ketua osis dan berpredikat pintar di kelasnya, tapi nyatanya UN membuatnya harus sejenak mengutuki nasibnya sendiri untuk ikut ujian paket C. Berharap gak ada lagi korban seperti teman-teman di teve yang harus menarik diri dari kelulusan penerimaan mahasiswa baru di PTN ternama gara-gara gagal lulus di Ujian Nasional ini. Dan berharap gak ada lagi korban-korban UN berikutnya dengan kasus yang mungkin berlainan, atau bahkan lebih parah. Berharap jangan. Tapi cerita lama dan usang itu sepertinya terus menghantui…Ah..dasar monster berkepala helm!:mrgreen:

Selamat hari selasa. Berdo’a untuk seluruh penerus bangsa yang sedang UN. Setelah usaha dan do’a, tawakal-lah. Biar semuanya menjadi urusan-Nya.

– – – –

Kapan ya pendidikan di Indonesia benar-benar merata kualitasnya??? Barulah UN silahkan dilaksanakan sepuas-puasnya! Bukan begitu?

10 Comments leave one →
  1. March 23, 2010 10:07 am

    komentator pertamaaa…🙂

  2. March 23, 2010 10:08 am

    sy setuju dgn pendapat irfan di paragraf paling akhir… miris dgn pendidikan kita ini.. hmm

    • March 28, 2010 5:40 am

      tapi harapan itu masih ada dil, meskipun itu kecil dan makin mengecil!😀

  3. March 25, 2010 2:14 pm

    hari kamis faan aku daten9nya:mrgreen:

    iyah la9i musim UN yah..

    aku ju9a dulu 9ituh,te9an9 dan konsen mukanya..

    baru cerah pas da selse dan tetep de9 de9an nun99uin hasil kelulusan

    huuffff..iyah miris liat dunia pendidikan sekaran9 ini😦

    *masih in9et kasus tahun2 lalu,keitka ada pelajar yan9 rankin9 1 disekolahnya nda lulus UAN ,padahal dia ditrima di ITB :(*

    • March 28, 2010 5:42 am

      cerita lama itu kayanya tetep gak akan ilang ya wi3nd…
      *sekarang udah ahad lagi wi3nd!😀

  4. March 26, 2010 10:51 am

    aku kok dulu ga tegang ya
    apa karena kerjasama di kelasku berjalan lancar dan yang pintar” mau nyontekin? Ups!

    • March 28, 2010 5:43 am

      berarti “pinter nyonteknya” ya!? ups….

  5. March 27, 2010 6:01 am

    pendidikan di Indonesia merupakan sebuah polemik yang berkepanjangan dan belum pernah ada jalan keluar. Jangankan masalah UN, masalah kurikulum yang terus berubah harusnya menjadi isu utama…

    • March 28, 2010 5:43 am

      bahkan ada ungkapan, setiap ganti menteri bisa dipastikan ganti kurikulum! hemmm……

  6. March 27, 2010 11:17 pm

    ehmmm
    kejujuran tergadaikan demi nilai berupa angka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: