Skip to content

Guru dan Peserta Didik

October 16, 2010

Menjadi seorang guru atau pendidik memang bukan hal yang mudah. Profesinya memang kadang dipandang sebelah mata atau malah tidak dipandang sebelah mata pun. Kenapa menjadi seorang guru bukan hal mudah? Buat saya karena profesi guru banyak hal yang harus dikuasai selain ilmu materi yang diajarkan. Bagaimana caranya mendidik, bagaimana caranya mengusai kelas, atau bagaimana caranya mengontrol emosi yang mungkin beranjak naik.

Keberhasilan seorang guru dapat dilihat dari banyak sisi. Tapi buat saya penilaian dari peserta didik lah yang menentukan guru itu berhasil atau tidak. Ada yang dicap sebagai guru killer, ada yang dicap sebagai guru judes, ada yang dicap sebagai guru yang males, ada yang dicap sebagai guru yang jutek, dan ada yang dicap sebagai guru yang pintar, baik hati, murah senyum, dan tidak sombong!😀

Semua label itu banyak diberikan peserta didik terhadap guru menurut pandangannya masing-masing. Pelabelan itu semakin kuat jika peserta didik membicarakan diluar sekolah, misal di rumah atau bahkan di angkutan umum. “Tadi pagi…Bu Ini makin judes aja. Masa saya lagi nengok ke jendela sebentar dibilang lagi ngelamunin pacar! Udah judes, pelit pula ngasih nilainya!” kata peserta didik yang bergosip dengan temennya di angkutan umum. “Tadi pagi….Bu Itu ngasih reward buku ini mah karena Iva kemarin dapet nilai ulangan paling bagus! Baik banget gurunya, ngajarnya juga enak” cerita Iva ke mamahnya.

Dan beberapa hari kemarin ada seorang murid yang ngeluh tentang salah seorang guru yang menurutnya dan teman-temannya gak banget dalam hal menyampaikan penjelasan materi pelajaran dikelas. “Pak Anu kalo ngajar ngomongnya gak penting mulu. Banyak cerita yang gak pentingnya daripada ngejelasin materinya. Udah mah ngejelasinnya gak jelas dan gak ngerti ditambah banyak cerita yang gak nyambung dan ngelantur.” cerita salah seorang peserta didik. “guru yang ngejelasinnya bener aja banyak siswa yang males apalagi kalo gurunya kaya gitu” sambungnya.

Atau ada lagi yang cerita “Pak Anu kalo ngajar maenan hp terus. Yang namanya hp gak pernah lepas dari tangannya. Nyebelin!”. Dan cerita ini semakin menguatkan saya bagaimana pelabelan dari peserta didik itu memang benar adanya. Dan buat saya penilaian dari mereka adalah penilaian yang nyata, fakta dibanding penilaian dari seorang kepala sekolah atau temen-temen guru yang lain.

Lalu, bagaimana dengan saya? Label seperti apa yang cocok buat saya dari peserta didik yang saya ajar. Saya pun gak tau persisnya seperti apa. Apakah guru yang nyebelin karena paling sering nyuruh bikin laporan praktek tiap kali praktek? Apakah guru yang pelit karena susah ngasih nilainya? Apakah guru yang baik karena membantu peserta didik dalam kesulitan belajarnya? Tidak sombong dan murah senyum mungkin? *ngarep!:mrgreen:

Sekali lagi, mungkin tiap peserta didik punya pandangannya masing-masing terhadap saya sebagai guru mereka. Yang sering kena omelan saya mungkin saya dilabeli guru yang nyebelin. Yang moodnya lagi bagus dan lebih mudah menangkap penjelasan materi yang disampaikan dari saya dibanding guru yang lain mungkin saya dilabeli guru yang enak, apalagi dapat nilai yang bagus terus. Yang sering ngobrol dan diskusi dengan saya mungkin juga punya pelabelan sendiri buat saya. Atau yang sering saya tanya tiap saya ngajar dikelas mungkin juga saya dilabeli guru yang gak asik. “saya lagi saya lagi yang ditanya, tiap hari tiap pertemuan! Mimpi apa saya semalem soal guru yang satu ini! Gak asik sangat!” mungkin kalimat ini yang dipikirkan peserta didik yang sering saya tanya.😀

Saya menikmati ini. Saya ngajar buat mereka, berusaha memberikan yang terbaik buat mereka. Dan berharap proses berbagi ilmu ini menjadi manfaat yang besar buat saya dan para peserta didik, disadari secara langsung ataupun tidak.

Selamat hari sabtu jelang ahad. selamat ber-weekend.

– – – –

Satu hal yang pasti. Saya kepingin disebut guru yang baik hati dan tidak sombong. Ditambahkan rajin menabung juga boleh!:mrgreen:

Sumber cerita : peserta didik saya dan proses belajar senin sampai sabtu, jam 07.00 – 14.15

3 Comments leave one →
  1. October 18, 2010 8:42 pm

    buat saya..guru itu seorang pahlawan om..🙂

  2. harumhutan permalink
    October 25, 2010 11:39 am

    siapa yang bilang profesi guru dipandang sebelah mata fan?!
    sapa??!

    sini berhadapan ama anakhutan,biar gue beri daach,beeuhhhg👿

    jadi guru tidak mudah ituh benar..
    kebayang ajah musti memberikan budi pekerti yang baik,ilmu,meski suasana hati tidak menentu,tapi harus terlihat ramah,dan baik :0

    akh itu hanya pelabelan sajah,biarkan sajah..

    tapi irfan pasti termasuk guru yang baik,ramah,dan tidak sombong😉

  3. November 6, 2010 8:59 pm

    salam kenal, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: