Skip to content

Renungan

October 29, 2010

Letusan Gunung Merapi dan Gempa disusul Tsunami Mentawai seakan telah berjanji  “datang” bersama untuk Indonesia. Ya…dua bencana ini hampir bersamaan terjadi di negeri ini. Sebelumnya banjir bah telah meluluhlantakkan tanah Wasior. Sebelumnya juga terjadi tabrakan maut antara kereta Agro Anggrek yang menabrak kereta Senja Utama dari belakang. Dan sekarang-sekarang ibu kota negeri ini digenangi air dimana-mana. Korban berjatuhan,  beberapa masih hilang, dan harta tak luput dari sasaran bencana.

Negeri ini seakan akrab dengan bencana. Dan timbul satu pertanyaan : Ada apa dengan negeri ini?? Tiga pilihan muncul : musibah karena factor alam, cobaan untuk peringatan, atau azab yang diturunkan atas kehendak-Nya terhadap negeri ini. Ketika air bah memporakporandakan tanah Wasior, pejabat negeri ini berkilah bahwa musibah ini adalah karena faktor alam, cuaca yang memang menjadikan bencana ini datang. Padahal ada beberapa lembaga lingkungan yang menyebutkan ini karena hutan-hutan telah ditebang oleh perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Seorang ustad memberikan ceramahnya di khutbah jumat beberapa minggu yang lalu, beliau mengatakan bahwa musibah yang diturunkan kepada manusia pada dasarnya adalah sebagai peringatan atau bahkan sebagai adzab yang diturunkan atas manusia di bumi ini atas apa yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri.

Apa yang terjadi di negeri ini mungkin saja akibat dari perbuatan kita sendiri. Pemimpin-pemimpin yang tidak lagi memegang amanahnya, yang hanya menghamburkan uang untuk keluar negeri dengan alasan studi banding, padahal rakyatnya masih banyak yang menderita. Hak-hak Allah yang menjadi kewajiban kita yang tidak dilaksanakan. Malah kemaksiatan yang semakin tumbuh menjamur di negeri yang “katanya” adalah negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Bagaimana kita masih ingat bintang porno Amerika menjadi salah satu pemeran di film horror Indonesia. Festival film gay yang digelar di negeri ini, yang padahal gay adalah hal yang tidak dibenarkan dan diharamkan dalam Islam. Tapi dengan dalih HAM dan kebebasan berekspresi, semuanya tumbuh subur di negeri ini.

Mungkin ini tidak berhubungan, tapi buat saya hukum sebab akibat sepertinya masih berlaku. Mudah-mudahan apa yang sedang menimpa negeri kita ini menjadi bahan renungan dan muhasabah bersama, mulai dari diri kita sendiri. Apa yang telah kita perbuat? Kewajiban apa yang telah kita laksanakan untuk memenuhi hak-hal Allah sebagai Pencipta dan Yang Maha Berkehendak atas apapun? Sungguh nikmat Allah tidak akan pernah terhitung, tapi sudah kah kita senantiasa bersyukur? Itu contoh sederhananya. Saling menyalahkan timbulnya banjir dimana-mana, tapi seringkah kita membuang sampah sembarang ke bantaran kali? Mari sama-sama merenung, dan bertobat atas segala dosa.

Sungguh, janji Allah tidak pernah teringkari. Dan sungguh kitab suci Al-Quran adalah kitab suci yang terjaga kebenarannya, tak ada satu ayat pun yang berisi dongeng dan bualan belaka. Semoga kita berfikir untuk mendapat pelajaran, seperti yang diinginkan oleh-Nya.

Selamat hari jumat. Jumat adalah hari paling diijabahnya do’a-do’a kebaikan. Mari sama-sama berdo’a untuk negeri ini.

– – – –

Pray for Indonesia,,,,,

One Comment leave one →
  1. November 5, 2010 9:27 am

    Pas,ini hari jumat🙂

    pray for indonesia..

    semoga kejadian ini membuat kita semakin dekat denganNYA.

    semoga Para pemimpin negeri ini bisa menjadi manusa yang benar benar manusia yang memiliki hati nurani pd rakyatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: