Skip to content

Bapak

August 8, 2011

Dibalik sifatnya yang keras, bapak mempunyai sisi lembut. Itu yang saya liat ketika bapak menangis di beberapa kesempatan. Ada tiga momen yang saya ingat, momen yang membuat bapak menangis.

Pertama, ketika kami sekeluarga termasuk bapak nengok kakaknya bapak  (baca : uwa) di Sumedang. Bapak menangis di rumah sakit melihat kakak perempuannya terbaring di ranjang rumah sakit. Tidak bisa bicara, tidak bisa menggerakkan tangan, beliau terkena stroke. Bapak menangis waktu itu….

Kedua, ketika sekolah yang bapak pimpin dan tempat bapak mengajar mengadakan acara perpisahan buat bapak, karena bapak akan pensiun. Saya memang tidak melihat langsung karena tidak datang ke acara itu. Tapi dari video perpisahan yang saya liat, bapak menangis ketika memeluk para muridnya dan teman-teman kerjanya. Saya pun menangis walaupun hanya melihat dari video itu di malam harinya…

Ketiga, ketika saya meminta maaf (baca : sungkem) di acara pernikahan saya bulan Mei lalu. Saya mencium pipinya, memeluknya, menyalami tangannya, dan meminta maaf. Saya menangis, bapak pun menangis….

Selamat hari senin. Masih sepuluh hari pertama di Bulan Ramadhan….

– – – –

Terima kasih bapak….

One Comment leave one →
  1. August 12, 2011 9:01 pm

    aaakk..mas irfan udah nikah??ketinggalan berita ney aku..
    semoga jadi keluarga sakinag mawaddah warrohmah ya mas…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: