Skip to content

Alert

pengen dan berusaha menjadi sang pemimpi(n)

Tak Sampai

February 16, 2011

Sesaat selesainya acara reality show yang menampilkan dua orang suami-istri yang udah renta tinggal sendirian di rumah, ibu bilang “duh…nanti ibu sama bapak kaya gitu kali ya. Duaan aja dirumah, serba sendiri. Anak-anak ibu pada jauh…takut ditinggal sama anak-anak ibu. takut ibu mah.”

Pada saat itu juga, saya ingin bilang “ibu…gak usah takut, masih ada saya…” sambil memeluknya. Tapi kalimat itu hanya jadi ucapan di hati, tertahan. Saat itu juga keinginan untuk membuatnya bangga dan bahagia seperti keinginan yang harus segera tercapai. Yang pada kenyataannya justru sebaliknya, saya masih seperti ini, saya masih belum bisa. Dan pada akhirnya, menunggu harapan itu tercapai adalah ujian yang membutuhkan kesabaran.

Keyakinan itu masih ada, tetap saya pegang sampai dengan sekarang. Berteman setia dengan usaha dan do’a sebagai bekal perjalanan….

Selamat hari kamis.

Komentar

January 20, 2011

Terlepas dari fungsi utamanya yang tentu bukan untuk hal yang negatif, tapi kadang fasilitas komentar yang ada pada sebuah web menjadi hal yang negatif. Negatif dalam artian gak enak untuk dibaca oleh yang membaca komentar tersebut.

Saya adalah pembaca setia salah satu web portal berita. Hampir tiap hari saya baca berita terupdate dari sana. Dan biasanya tiap berita mempunyai fasilitas komentar yang membolehkan pembacanya untuk berkomentar atas berita yang telah dibaca.

Kenapa menjadi negatif? Pembaca kadang menuliskan komentar dengan kata-kata yang gak sopan, gak pantas, bahkan cenderung menggunakan kata-kata kasar. Memang gak semua berita dikomentari seperti itu. Seingat saya ada kategori berita tertentu yang mengundang hasrat pembaca untuk berkomentar miring/negatif/kasar. Sebut saja berita sepakbola dalam negeri. Bagaimana reaksi pembaca yang membaca berita tentang Ketua Umum PSSI yang keukeuh gak mau mengundurkan diri. Read more…

Penting : BackUp

January 3, 2011

Sambil nunggu ide buat postingan baru….

Kehilangan data penting memang bikin bingung gak kepalang, mungkin juga bisa bikin nangis, laki-laki cengeng sekalipun. Saya dan laptop saya harus nerima kenyataan kalau data-data di dalam hardisk eksternal trans**nd saya hilang, dua kali tepatnya. Yang pertama gara-gara virus shortcut, tapi akhirnya bisa pulih lagi berkat bantuan smadav dan commandprompt, data selamat, dan belum bikin nangis. Yang terakhir dan teraktual adalah gara-gara ke format, data bener-bener hilang, dan yang ini hampir bikin nangis! :mrgreen:

Awalnya maen-maen partisi dan format, tapi mungkin karena ngantuk dan gak konsen malah hardisk eksternal ke format total. Pikiran saya langsung “Data saya!!??? Arrghhh….kampr*t!!”

Ok, sebenernya bukan data penting buat sebagian orang tapi penting banget buat saya. Foto-foto : foto wisuda, foto keluarga, foto zaman kuliah dan ngekost, dan foto sama si Dia! 😀 Read more…

22 Desember

December 22, 2010

Hari ini. Maaf ibu, ternyata saya masih belum bisa memberikan kebanggaan, kebanggaan yang sesederhana sekalipun. Cuma kegagalan demi kegagalan yang baru bisa diberikan.

Hari ini. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya untukmu, di usia yang udah lebih dari setengah abad, di rambut yang semakin memutih dominan, di keriput wajah yang makin jelas terlihat.

Dari seorang anak yang belum bisa memberikan kebanggaan. Dari seorang anak yang sering membuatmu jengkel dan menangis. Tanpa diminta, do’amu untuk anakmu pasti selalu terucap di setiap sujud lima waktumu, di setiap sujud sepertiga malam terakhir. Do’a yang akan memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa suatu saat anakmu dapat memberikan kebanggaan, kebanggaan yang sederhana.

Dari seorang anak ini untukmu ibu, do’a dan sayang sepanjang masa untukmu…. Read more…

Pelajaran dari Sebuah “Tamparan”

December 14, 2010

Gak ada kejadian sedikit pun yang terjadi pada kehidupan manusia yang sama sekali gak mempunyai hikmah. Hikmah untuk difikirkan dan berbuah menjadi tindakan perubahan. Bukankah itu yang diinginkan-Nya atas hambanya yang beriman, “…bagi orang-orang yang berfikir”

Hari ini saya mendapat pelajaran dari sebuah buku yang lama gak disentuh. Seperti tamparan keras untuk pipi kanan dan kiri secara bergantian. Seperti pukulan telak sesak yang mengena ke ulu hati. Hati menangis, penyesalan selalu datang di belakang.

Ketika keinginan dan cita-cita yang menggebu, dibarengi ikhtiar dan do’a yang terus menerus. Sementara hasil yang diharapkan tidak kunjung dikabulkan-Nya. Setan mulai masuk ke tiap sel tubuh kita, melakukan jurus tipu daya dan mulai membisikkan diantara rasa keputusasaan manusia “ Apalah artinya bila jawaban dari do’a-do’a mu ditunda-Nya??”

Percayalah, belum terkabulnya do’a merupakan cobaan yang membutuhkan kesabaran. Tapi pernahkah kita berfikir kenapa Allah Yang Maha Berkendak menunda terkabulnya do’a kita?? Tamparan pertama mulai terasa di pipi kiri…. Read more…

Penghianat

December 6, 2010

“Hanya ada satu macam dosa, hanya satu. Yaitu mencuri. Dosa-dosa yang lain adalah variasi dosa itu”. Begitu yang dikatakan Baba pada anaknya Amir dalam novel The Kite Runner.

Mencuri. Merampok kepercayaan yang telah diberikan, mungkin menjadi salah satu variasi dari dosa itu, penghianat. Kepercayaan yang berbuah menjadi penghianatan. Tak ada rasa salah, mereka tak akan peduli. Berjanji untuk berubah tapi akhirnya terulang kembali. Mereka berlindung dari rasa simpati, berkedok dengan topeng “kepura-puraan”. Penghianat ada dimana-mana. Di gedung mewah, di gedung pemerintahan, di gedung wakil rakyat, di ikatan persabatan atau bahkan di kolong-kolong jembatan.

“Penghianat takkan pernah peduli. Penghianat akan selalu kembali dan kembali. Memohon berjanji bahwa mereka akan berubah. Penghianat selalu ada di sini. Bersembunyi di antara percaya dan simpati. Dan mereka akan pergi tanpa ada rasa bersalah…”
– Captain Jack –
Read more…

Cerita Mereka

November 26, 2010

“Mas anaknya Pak Dayat ya?” Tanya ibu setengah baya yang lagi duduk di depan warung sop. “iya..” jawab kakak saya. “Saya muridnya Pak guru. Dulu diajar sama pak guru. Sekarang udah punya anak dan cucu. Anak saya yang kecil juga gurunya bapak.” cerita ibu tadi. “Salam ya buat bapak…” sambungnya lagi.

Di lain tempat dan kesempatan…..

“Pak…, Pak Dayat apa kabarnya? Katanya sekarang ngajar lagi ya?” Tanya salah satu murid saya di sekolah. Murid yang lain pernah cerita “Waktu SMP, saya pernah punya kenangan sama Pak Dayat pak. Saya pernah ditampar gara-gara nendang pintu”. Saya senyum-senyum aja denger cerita dan pertanyaan-pertanyaan tadi.

Saya sering dapat cerita-cerita dari banyak murid yang pernah diajar oleh guru yang satu ini. Banyak dapat kesan yang meluncur tanpa paksaan dari mereka padahal saya gak pernah meminta atau nanya.

“Pak…bapak dan ibu saya pernah diajar sama Pak Dayat. Katanya bapak mirip sama Pak Dayat itu, suka ngasih reward buat yang ulangannya bagus. Tapi bedanya bapak mah gak galak, tapi pak Dayat galak…”. Cerita siswa yang lain setelah beberapa hari saya ngasih reward buku atas nilai ulangan yang dia dapat. Read more…